Resiliensi Anak Usia 4-6 Tahun (Studi Kasus Pada Keluarga Broken Home)
Abstract
This research aims to determine the effect of Broken Home on children's resilience, the reasons for the emergence of resilience in children aged 4-6 years, and the variables that influence the resilience of children who grow up in Broken Home conditions. The researcher used qualitative research methods to conduct this investigation. Structured interviews, observation sheets, and documentation were used as data collection methods. The triangulation method is used in the data analysis approach, namely: (1) theoretical triangulation, namely comparing data with previous hypotheses (2) triangulation of actual data sources, namely testing the truth using historical data sources from interviews. documentation and observation (3) methodological triangulation using surveys and interviews to collect data on certain topics. The results of the research show that the resilience that occurs in the five children aged 4-6 years can be seen through the six different aspects of children's resilience abilities, namely (1) emotional regulation, (2) impulse control, (3) optimism, (4) empathy , (5) reaching out, and (6) self-efficacy.
Keywords:
Broken Home, Case Study, ResilienceDOI:
https://doi.org/10.71049/0nxe6t13Downloads
References
Arif Shaifuddin & Konik Naimah. (2021). Resiliensi: Upaya Membentuk Anak Usia Dini Tangguh. EL Wahdah, 2(1), 29.
Juwita. (2018). Resiliensi Siswa Broken Home (Studi Kasus Pada Siswa SMK Negeri Tarakan). Perpustakaan UBT, Universitas Borneo Tarakan.
Agustina Phipeliny Saragih. (2022). Pengaruh Reward dan Punishment Guru Terhadap Resiliensi Anak Usia Dini. Document Accepted, 2(1), 21. Medan: Repository UMA.
Evita Yuliatul Wahida. (2018). Resiliensi Perspektif Al-Qur’an. Islam Nusantara, 2(1), 1-10.
Khusnul Khotimah. (2019). Faktor Pembentuk Resiliensi Remaja dari Keluarga Broken Home di Desa Pucung Lor Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap. Komunika: Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 12(1), 1-15.
M. Taufiq Amir. (2021). Resiliensi: Bagaimana Bangkit Dari Kesulitan dan Tumbuh Dalam Tantangan. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.
R. Adinda. (2021). Pengertian Broken Home, Penyebab, Dampak & Cara Mengatasinya.
Miftah Faridil Widhagdha & Suryo Ediyono. (2021). Case Study Approach in Community Empowerment Research in Indonesia. Indonesian Journal of Social Responsibility Review (IJSRR), 1(1), 1-20.
Sri Muliati Abdullah. (2018). Dinamika Resiliensi Remaja Dengan Keluarga Broken Home. Insight, 19(2), 100-110.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Saskia Alham, Fatmarida Sabani, Pertiwi Kamariah Hasis, Munir Yusuf, Eka Poppi Hutami (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis menyatakan bahwa:
- Semua penulis telah mengetahui dan menyetujui kebijakan ini bersama;
- Naskah artikel ini belum dipublikasikan secara resmi di jurnal atau penerbit dengan ISSN atau ISBN terdaftar, kecuali hanya berupa abstrak atau bagian dari materi kuliah, skripsi, tesis, atau disertasi yang tidak diterbitkan;
- Naskah ini tidak sedang dalam proses evaluasi di jurnal lain dan tidak dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- Semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang berwenang, serta lembaga yang terlibat dalam kegiatan ini telah menyetujui publikasi naskah ini;
- Naskah ini tidak melanggar hak cipta atau mengandung materi yang dapat menimbulkan sengketa hak cipta.
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi:
- Penulis memegang hak cipta dan hak kepemilikan atas artikel ini;
- Penulis berhak menggunakan konten artikel ini untuk karya penulis di masa depan, termasuk untuk bahan kuliah dan buku;
- Penulis memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0)
Pernyataan Lisensi
Anda bebas untuk:
- Bagikan — salin dan distribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun untuk tujuan apa pun, bahkan komersial.
- Beradaptasi — mencampur, mengubah, dan mengembangkan materi tersebut untuk tujuan apa pun, bahkan secara komersial.
- Pemberi lisensi tidak dapat mencabut kebebasan ini selama Anda mengikuti ketentuan lisensi.
Dengan ketentuan sebagai berikut:
- Atribusi — Anda harus memberikan penghargaan yang sesuai , menyediakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan . Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak dengan cara yang menunjukkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada batasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau tindakan teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan apa pun yang diizinkan oleh lisensi.







