Strategi Guru Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak Usia Dini
Abstract
Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam pembentukan rasa percaya diri yang berpengaruh terhadap perkembangan sosial maupun akademik anak. Walaupun sejumlah penelitian sebelumnya telah menyoroti faktor-faktor yang memengaruhi kepercayaan diri, masih terdapat ruang kosong dalam memahami langkah nyata guru di lingkungan taman kanak-kanak untuk mengatasi persoalan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam menumbuhkan rasa percaya diri anak usia dini di TK Islam Al-Ikhsan Kota Palopo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan subjek peserta didik kelompok B (usia 5–6 tahun). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara induktif melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru melalui metode bermain aktif, bercerita, dan bernyanyi mampu meningkatkan rasa percaya diri anak, yang ditunjukkan melalui keberanian berbicara, berpartisipasi dalam kegiatan kelompok, serta mengekspresikan ide dan perasaan. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu dan sarana pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran yang variatif, didukung oleh lingkungan sekolah yang kondusif dan peran orang tua, berkontribusi positif dalam menumbuhkan rasa percaya diri anak usia dini.
Keywords:
Anak Usia Dini, Bermain Aktif, Metode Bercerita, Rasa Percaya Diri, Strategi GuruDOI:
https://doi.org/10.71049/d53r3v65Downloads
References
Anggito, A., & Setiawan, J. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif. CV Jejak Publisher.
Ariswanty, D. A. (2021). Pengertian Rasa Percaya Diri. Jurnal: IKIP PGRI Madiun, 3(2), 3.
Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. W.H. Freeman.
Devi, F. (2019). Peran Guru Dalam Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Kegiatan Bermain Aktif Di RA Al-Hidayah. Skripsi, IAIN Walisongo Ngaliyan Semarang.
Fadillah, A. (2019). Analisis Kemampuan Penalaran Deduktif. Journal Teori dan Aplikasi, 3(1), 2. http://doi.org/10.31764/jtam.v3i1.752
Fauziyah, D. (2019). Strategi Pengembangan Kepercayaan Diri Pada Anak Usia Dini. Jurnal Penelitian & Artikel Pendidikan, 2, 35–44.
Khoirunisa, S., Savira, I. S., & Andri, K. (2024). Komunikasi Positif Antara Orang Tua Dan Anak Dalam Mendukung Penguatan Rasa Percaya Diri. Buletin KKN Pendidikan, 6(1), 97-109.
Lailiyatul Iftitah, S. (2022). Upaya Guru dalam Membimbing Anak Hiperaktif di TK PKK Tanjung Padewmawu Pamekasan. Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI), 5(1), 15-22.
Macarau, V., Vriska, K., & Stevanus, K. (2022). Peran Orang Tua dalam Upaya Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak Usia Dini. EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership, 3(2), 153-167.
Masriani, M., Liana, D., & Kresnawaty, A. (2022). Optimalisasi Pengembangan Percaya Diri Pada Anak Usia Dini. Mitra Ash-Shibyan: Jurnal Pendidikan dan Konseling, 5(1), 37-46.
Mulyadi, S., & Kresnawaty, A. (2020). Manajemen Pembelajaran Inklusi Pada Anak Usia Dini. Ksatria Siliwangi.
Prastiwi, A. H. (2023). Upaya Guru Dalam Mengembangkan Kepercayaan Diri Pada Anak Usia Dini Di KB Nurul Ilmi Pantalan Bantul. Skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Trecy Rosefine, A., Sundari, N., & Anesty Mashudi, E. (2024). Pengembangan kepercayaan diri anak usia dini melalui kegiatan show and tell. Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 662–676. https://doi.org/10.37985/murhum.v5i1.635
Tasya Safhira Tasya, A., Pertiwi, A. D., & Muslifar, R. (2024). Penerapan metode bercerita terhadap rasa percaya diri anak usia 5-6 tahun di TK Nursittah Samarinda. Early Childhood Journal, 5(1). https://doi.org/10.30872/ecj.v5i1.4330
Rukin. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif (pp. 1-2). Yayasan Ahmar Cendikia.
Saleh, G. (2018). Pengaruh Komunikasi Interpersonal Guru Dalam Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak Usia Dini. Medium, 6(2), 51-61.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, R & D. Al-Fabeta.
Suryani, R., Agustin, M., & Gustiana, A. D. (2019). Hubungan Antara Rasa Percaya Diri Dengan Keterampilan Sosial Anak Taman Kanak-Kanak. Edukids: Jurnal Pertumbuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini, 14(2).
Ulfiatu Laily, E. (2022). Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Metode Bernyanyi. Journal of Early Childhood Education, 44-45.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nurhalisa, Fatmaridah Sabani, Subhan, Mirnawati, Rifa’ah Mahmudah Bulu (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis menyatakan bahwa:
- Semua penulis telah mengetahui dan menyetujui kebijakan ini bersama;
- Naskah artikel ini belum dipublikasikan secara resmi di jurnal atau penerbit dengan ISSN atau ISBN terdaftar, kecuali hanya berupa abstrak atau bagian dari materi kuliah, skripsi, tesis, atau disertasi yang tidak diterbitkan;
- Naskah ini tidak sedang dalam proses evaluasi di jurnal lain dan tidak dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- Semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang berwenang, serta lembaga yang terlibat dalam kegiatan ini telah menyetujui publikasi naskah ini;
- Naskah ini tidak melanggar hak cipta atau mengandung materi yang dapat menimbulkan sengketa hak cipta.
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi:
- Penulis memegang hak cipta dan hak kepemilikan atas artikel ini;
- Penulis berhak menggunakan konten artikel ini untuk karya penulis di masa depan, termasuk untuk bahan kuliah dan buku;
- Penulis memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0)
Pernyataan Lisensi
Anda bebas untuk:
- Bagikan — salin dan distribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun untuk tujuan apa pun, bahkan komersial.
- Beradaptasi — mencampur, mengubah, dan mengembangkan materi tersebut untuk tujuan apa pun, bahkan secara komersial.
- Pemberi lisensi tidak dapat mencabut kebebasan ini selama Anda mengikuti ketentuan lisensi.
Dengan ketentuan sebagai berikut:
- Atribusi — Anda harus memberikan penghargaan yang sesuai , menyediakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan . Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak dengan cara yang menunjukkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada batasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau tindakan teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan apa pun yang diizinkan oleh lisensi.







